Berita Kegiatan

Sekutu Buku #12: Untuk Siapa Kerja Keras Kita Selama Ini?

Komunitas Sekutu Buku diskusi buku Hak untuk Malas
Komunitas Sekutu Buku diskusi buku Hak untuk Malas

Minggu, 17 Mei 2026, Sekutu Buku kembali mengadakan tadarus dan diskusi buku yang berjudul Hak untuk Malas. Melanjutkan diskusi minggu lalu, pertemuan kedua ini telah sampai di BAB 1. Di bab ini, Lafargue menulis kalimat, “semua kesengsaran individual dan sosial bangkit dari hasratnya untuk bekerja.”

Dia menulis kalimat itu pada tahun 1883 dan masih relevan di era “hustle culture” saat ini. Lafargue langsung menghantam dengan kalimat, “cinta atas kerja adalah kegilaan.” Manusia menjadi gila karena mempunyai hasrat mati-matian terhadap kerja sampai menguras daya hidupnya.

Di sela-sela waktu luang dari libur kerja, Sekutu Buku juga membuka lapak baca gratis untuk semua orang. Khususnya untuk para pekerja yang tidak sempat membaca buku. Membaca buku saat ini menjadi previlege bagi pemilik waktu luang dan orang yang bisa menyisihkan uangnya untuk membeli sebuah buku.

Apalagi harga buku di Indonesia yang lebih mahal dari upah tenaga kerja buruh di Banjarnegara. Dan waktu pekerja untuk membaca telah dirampas oleh pekerjaannya sendiri. Lapak baca gratis bukan solusi. Tapi lebih jujur dari kampanye minat baca yang tidak pernah menyebut harga buku dan panjangnya jam kerja.

Membaca tanpa berpihak itu bukan literasi. Itu hiburan.

Penulis

Tim Sekutu Buku.